Sekolah Feminis 2025 dilaksanakan pada 25–27 Maret 2025 di GPDI Ebenheazer Parigi Moutong, Palu. Total 23 peserta mengikuti kegiatan ini. Proses belajar disusun secara bertahap,semuanya saling berkelindan, membentuk alur refleksi yang utuh dan berkesinambungan.
Proses belajar dimulai dari konteks lokal dengan topik pengalaman dan konsep feminis Lokal”. Konteks lokal mengantar pada refleksi pengalaman hidup sehari-hari menjadi pintu masuk untuk membaca relasi kuasa, norma sosial dan nilai budaya yang membentuk cara berpikir dan bertindak. Topik selanjutnya mengajak peserta untuk menelusuri sejarah dan pemikiran feminis global dan Indonesia. Pembahasan ini membantu peserta memahami feminisme yang lahir dari berbagai situasi ketidakadilan yang berkembang melalui konteks sosial, politik dan budaya yang berbeda. Rangkaian pembelajaran juga dipertajam melalui topik feminisme dalam konteks kekristenan dan gerakan PERUATI. Peserta diajak untuk membaca bagaimana refleksi teologis membangun kesadaran feminis dalam kerja-kerja gerakan.
Di sela-sela sesi tematik, peserta mengikuti tugas refleksi kelompok. Ruang ini menjadi wadah untuk berdiskusi tentang materi dan mengaitkannya dengan pengalaman masing-masing. Proses refleksi ini menegaskan bahwa feminisme tidak berhenti pada pengetahuan konseptual, melainkan menuntut keterlibatan personal dan dialog kolektif. Peserta didorong untuk lebih berani bersuara melalui pengalaman dan analisis mereka terhadap konteks ketidakadilan yang terjadi dan mereka hadapi.



