Mewujudkan Pembebasan dan Transformasi melalui Gerakan Feminis
Perkumpulan Perempuan Alumni Pendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI)
Sejarah PERUATI
PERUATI (Perkumpulan Perempuan Alumni Pendidikan Teologi di Indonesia) lahir dari pergumulan panjang menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan ketidakadilan gender yang terjadi dalam masyarakat, gereja dan lembaga pendidikan teologi. Realitas ini melahirkan refleksi kritis di kalangan perempuan teolog dan mendorong munculnya gerakan bersama untuk perubahan.
Melalui Konsultasi Nasional Wanita Berpendidikan Teologi (Biro Wanita PGI) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) pada 26 Mei 1995 di Tomohon – Sulawesi Utara, lahirlah PERWATI (Persekutuan Wanita Berpendidikan Teologi di Indonesia). PERWATI diinisiasi sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan diri bagi perempuan berpendidikan teologi. Tahun 2007, melalui KONAS III di Berastagi, nama organisasi ini diperbarui menjadi PERUATI.
Dalam Kongres Nasional IV tahun 2015 di Tondano. PERUATI bertransformasi menjadi rumah dan gerakan bersama yang menggunakan perspektif feminis untuk memperjuangkan keadilan, kesetaraan dan perdamaian bagi semua ciptaan. kini, PERUATI hadir sebagai organisasi independen tingkat nasional, dengan basis anggota dan pengurus tersebar di berbagai kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Berkomitmen untuk memperkuat kapasitas perempuan berpendidikan teologi dengan menyediakan ruang belajar, memperkaya keterampilan kepemimpinan, dan meneguhkan perspektif feminis kritis dalam berteologi. Berkomitmen membangun komunitas yang mendukung pertumbuhan holistik perempuan – baik dalam perjalanan spiritual maupun keterlibatan profesional – serta bergerak bersama menghadirkan pembebasan, merawat keberagaman, dan memperjuangkan keadilan bagi kelompok-kelompok yang mengalami kerentanan dalam masyarakat dan bagi alam sebagai mitra kehidupan.
PERUATI adalah organisasi independen dan ekumenis yang berperspektif feminis kritis. PERUATI berkomitmen untuk menghidupi nilai-nilai kasih, kemanusiaan, inklusi, kesetaraan, keadilan, perdamaian, kejujuran, bela rasa, solidaritas, dan keugaharian sebagai wujud ajaran Yesus Kristus. Dalam setiap gerak dan perjumpaan, PERUATI menjunjung prinsip nir kekerasan, non-diskriminasi, kesertaan, inklusi, non-partisan, non-afiliasi, persaudarian, transparansi, akuntabilitas, solidaritas, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup, demi menciptakan ruang yang adil, setara dan memberdayakan bagi semua perempuan.
Your Questions Answered
What resources do you offer members?
We provide various resources, including workshops, mentorship programs, and networking events. Our goal is to equip women with the tools they need for spiritual and professional growth in the theological field.
How can I become a member?
To become a member, simply fill out our membership application on our website. Once your application is reviewed, you’ll gain access to a supportive community and our array of resources tailored for theological graduates.
What social issues do you address?
We actively engage in addressing social issues such as gender equality, community service, and social justice. Through our programs, we encourage women to take leadership roles in advocating for positive change within their communities.

Take the Next Step in Your Journey
Become a part of a thriving community dedicated to empowering women in theology and beyond.
